Segala puji bagi Alloh… sholawat dan salam atas Nabi pilihan Alloh… waba’du:
1. Pendidikan untuk mentauhidkan Alloh, baik dalam ucapan maupun amalan, hal ini terlihat jelas dalam beberapa amalan berikut ini:
a. Bacaan talbiyah, yang disebut juga dengan kalimat tauhid: Labbaikallohumma labbaik…
b. Dimasukkannya dalam talbiyah kata: la syarika lak (tiada sekutu bagi-Mu).
c. Kata la syarika lak yang diulangi dua kali dalam bacaan talbiyah, ini menunjukkan adanya penekanan dalam hal tauhid.
d. Kata-kata: “Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk”,
maksudnya adalah: “Sesungguhnya semua pujian, segala nikmat, dan
seluruh kekuasaan hanya bagi-Mu ya Alloh”, dan ini juga mengandung nilai
tauhid.
e.
Larangan thowaf di selain Ka’bah, itu artinya kita dilarang untuk
thowaf di arofah, di jamarot, di pemakaman, tempat keramat, tempat
bersejarah, dll. Ini semua bukti keyakinan kita, bahwa tiada sesembahan
yang berhak disembah kecuali Alloh, dan itulah diantara bentuk nyata
mentauhidkan Alloh.
2. Pendidikan untuk banyak memuji Alloh. Hal ini tampak pada kata hamdalah yang ada dalam talbiyah.
Meski saat datang ke tanah suci, jamaah haji sedang dalam keadaan
tertimpa musibah, didera cobaan, sakit, miskin, dan terasingkan… mereka
semua tetap memuji Alloh, seakan-akan mereka dalam keadaan lapang,
sehat, dan kuat… Sungguh tak diragukan lagi, memuji Alloh dianjurkan
bagi setiap muslim, baik di saat suka, maupun duka.
3. Pendidikan untuk selalu membasahi lisan dengan dzikir, ini tampak pada:
a. Disunnahkannya membaca talbiyah
hingga sampai di masjidil harom, atau sampai melihat ka’bah, atau
sampai memulai thowaf. Meski para ulama berbeda pendapat tentang kapan
harus mengakhiri talbiyah, tapi semua pendapat itu mengisyaratkan
anjuran untuk memperbanyak talbiyah.
b. Saat thowaf, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, atau dzikir, atau pujian pada Alloh, dan semuanya merupakan bentuk dzikir.
c. Dalam sai juga demikian.
d. Doa di Hari Arofah yang berupa dzikir: “la ilaaha illallohu wahdahu….
e. Hari-hari di mina adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir.
f. Disyariatkannya melempar jumroh adalah untuk berdzikir mengingat-Nya.
g. Disunnahkan untuk membaca takbir dalam setiap lemparan kerikilnya.
Dan masih
banyak lagi tempat dan kesempatan lain untuk memperbanyak dzikir dalam
ibadah haji ini. Itu semua mengajarkan pada seorang muslim agar
lisannya selalu basah dengan bacaan dzikir.
No comments:
Post a Comment